Nasional

Antrean BBM di Makassar Jadi Sorotan, Bahlil Ungkap Faktor Pemicu

👁️ Dilihat: 126 kali • 📅 Dipublikasikan: 16-09-2026 05:24 WIB
⏱️ Menghitung durasi rilis...
Antrean BBM di Makassar Jadi Sorotan, Bahlil Ungkap Faktor Pemicu
Antrean BBM Subsidi di Makassar Mengular, Bahlil Ungkap Penyebabnya

InfoRLX — Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Bahlil menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan BBM secara nasional. Menurutnya, cadangan BBM nasional masih berada di atas standar minimum, yakni sekitar 20 hari.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang membuat antrean meningkat adalah adanya peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Perbedaan harga yang cukup besar membuat sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih menggunakan BBM bersubsidi.

Selain perubahan pola konsumsi, Bahlil juga menyoroti dugaan adanya kendaraan yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM subsidi dalam jumlah besar.

Menurutnya, terdapat kendaraan seperti mobil dan truk yang menggunakan tangki berkapasitas jauh lebih besar dari kondisi normal. Beberapa di antaranya disebut mampu menampung sekitar 700 liter hingga 1 ton BBM.

Bahlil pun meminta dukungan aparat kepolisian untuk menindak dugaan penyalahgunaan tersebut. Ia menilai praktik semacam itu dapat memperparah antrean dan membuat penyaluran BBM subsidi tidak tepat sasaran.

Selain itu, Bahlil menyebut terdapat indikasi sebagian kendaraan sengaja ikut mengantre meskipun tangki kendaraannya belum kosong. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian pemerintah dalam upaya mengurai antrean di SPBU.

Antrean Mulai Berkurang

Pemerintah bersama pemerintah daerah dan kepolisian disebut telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. ANTARA melaporkan antrean di salah satu SPBU di Jalan AP Pettarani, Makassar, pada Senin pagi sudah jauh lebih normal.

Sejumlah kebijakan juga diterapkan, termasuk pengaturan pembelian BBM berdasarkan nomor polisi ganjil-genap. Sementara kendaraan berukuran besar seperti truk dan bus diarahkan untuk melakukan pengisian pada malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Di sisi lain, Pertamina menambah pasokan BBM sekaligus memperpanjang waktu operasional sejumlah SPBU untuk membantu mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah kini berupaya memastikan distribusi BBM subsidi tetap berjalan dan dapat diterima oleh masyarakat yang memang berhak mendapatkannya.
← Kembali ke Beranda