Nasional

Hujan Kembali Membasahi Jakarta, BMKG Jelaskan Kaitannya dengan Operasi Modifikasi Cuaca

👁️ Dilihat: 339 kali • 📅 Dipublikasikan: 20-09-2026 07:49 WIB
⏱️ Menghitung durasi rilis...
Hujan Kembali Membasahi Jakarta, BMKG Jelaskan Kaitannya dengan Operasi Modifikasi Cuaca
InfoRLX — Jakarta. Hujan yang mengguyur Jakarta dan sejumlah kawasan di sekitarnya dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian di tengah berlangsungnya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan dinamika atmosfer yang sedang terjadi di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

BMKG menjalankan program modifikasi cuaca pada 18–20 September 2026. Untuk wilayah Jakarta, kegiatan tersebut memiliki pusat operasi di Pondok Cabe. Sementara pelaksanaan untuk Jawa Barat berpusat di Husein Sastranegara.

Menurut BMKG, salah satu faktor atmosfer yang sedang melintas adalah gelombang Kelvin. Kondisi tersebut ikut memengaruhi pembentukan dan perkembangan awan hujan di kawasan Jakarta serta Jawa Barat.

Bukan berarti hujan bisa dihentikan sepenuhnya

Operasi modifikasi cuaca bukanlah teknologi untuk membuat langit Jakarta otomatis bebas hujan. Teknik tersebut digunakan untuk mengatur waktu dan lokasi turunnya hujan dengan memanfaatkan awan yang memang sudah terbentuk secara alami.

Dalam pelaksanaannya, BMKG menggunakan pemantauan radar serta berbagai data atmosfer untuk menentukan awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Penyemaian kemudian dilakukan berdasarkan kondisi dan fase pertumbuhan awan.

BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa OMC dapat diarahkan untuk membuat hujan turun lebih awal di wilayah yang dianggap lebih aman, terutama ketika terdapat awan hujan dari laut yang bergerak menuju kawasan daratan. Tujuannya adalah mengurangi konsentrasi hujan di wilayah yang memiliki risiko banjir lebih tinggi.

Mengapa Jakarta masih bisa diguyur hujan?

Hujan yang tetap turun selama pelaksanaan OMC tidak otomatis menunjukkan bahwa operasi tersebut gagal. Kondisi atmosfer memiliki banyak variabel yang berubah dari waktu ke waktu sehingga intervensi cuaca memiliki batas kemampuan.

BMKG juga menegaskan bahwa modifikasi cuaca bekerja terhadap sistem awan yang tersedia, bukan menciptakan atau menghilangkan sistem cuaca secara keseluruhan. Karena itu, hujan lokal tetap dapat muncul ketika kondisi atmosfer mendukung pembentukan awan hujan.

Operasi semacam ini pada dasarnya ditempatkan sebagai salah satu instrumen mitigasi untuk menekan risiko akibat hujan dengan intensitas tinggi. BMKG sebelumnya juga mencatat bahwa hasil OMC dapat berbeda berdasarkan wilayah, kondisi awan, serta dinamika atmosfer ketika operasi berlangsung.

Warga tetap perlu memantau perkembangan cuaca

Dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis, masyarakat Jakarta dan wilayah penyangga tetap perlu memperhatikan informasi cuaca resmi. Hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko genangan, terutama di kawasan dengan daya tampung air dan sistem drainase yang terbatas.

InfoRLX akan terus menyajikan perkembangan cuaca dan informasi kebencanaan berdasarkan keterangan lembaga terkait.

InfoRLX — Berita yang dirangkum dengan sudut pandang berbeda.

Disponsori oleh ROLEX878
← Kembali ke Beranda