Nasional

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 2027, Puasa Dimulai 8 Februari

👁️ Dilihat: 422 kali • 📅 Dipublikasikan: 20-09-2026 12:32 WIB
⏱️ Menghitung durasi rilis...
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 2027, Puasa Dimulai 8 Februari
Jakarta, InfoRLX — Kalender Ramadan 1448 Hijriah mulai memiliki acuan. Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menetapkan 1 Ramadan 1448 H bertepatan dengan Senin, 8 Februari 2027.

Dalam kalender yang diterbitkan Muhammadiyah, Ramadan 1448 H berlangsung selama 29 hari. Hari terakhir Ramadan tercatat pada Senin, 8 Maret 2027, sebelum memasuki 1 Syawal pada hari berikutnya.

Nuzulul Quran Jatuh 24 Februari

Selain menentukan awal dan akhir Ramadan, kalender KHGT juga memuat sejumlah tanggal penting selama bulan puasa.

17 Ramadan 1448 H atau Nuzulul Quran ditetapkan bertepatan dengan Rabu, 24 Februari 2027. Sementara itu, 29 Ramadan jatuh pada 8 Maret 2027.

Rangkaian tanggal Ramadan 2027 menurut kalender Muhammadiyah adalah:

1 Ramadan 1448 H: Senin, 8 Februari 2027
17 Ramadan 1448 H: Rabu, 24 Februari 2027
29 Ramadan 1448 H: Senin, 8 Maret 2027
1 Syawal 1448 H: Selasa, 9 Maret 2027
Idul Fitri 2027 Versi Muhammadiyah

Untuk Hari Raya Idul Fitri, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1448 H pada Selasa, 9 Maret 2027. Tanggal tersebut tercantum dalam kalender KHGT Muhammadiyah untuk tahun 1448 H.

Dengan demikian, warga Muhammadiyah yang menggunakan KHGT dapat menjadikan 8 Februari sebagai awal pelaksanaan puasa Ramadan dan 9 Maret sebagai tanggal Idul Fitri.

Pemerintah Belum Menetapkan Tanggal Resmi

Penetapan Muhammadiyah tersebut perlu dibedakan dengan keputusan pemerintah. Sampai saat ini, pemerintah belum menetapkan secara resmi awal Ramadan 1448 H dan Idul Fitri 1448 H melalui mekanisme Sidang Isbat.

Kementerian Agama menggunakan mekanisme hisab dan rukyatul hilal dalam proses penentuan awal bulan Ramadan. Karena itu, tanggal resmi versi pemerintah masih menunggu proses penetapan yang dilakukan mendekati Ramadan.

Perbedaan tanggal dapat terjadi karena masing-masing pihak menggunakan metode atau kriteria penentuan awal bulan Hijriah yang berbeda. Masyarakat dapat mengikuti acuan organisasi keagamaannya masing-masing sembari menunggu keputusan pemerintah.

Disponsori oleh ROLEX878
← Kembali ke Beranda