Nasional

Serangan Houthi ke Arab Saudi Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia, Pasar Global Mulai Waspada

👁️ Dilihat: 312 kali • 📅 Dipublikasikan: 30-11--0001 00:00 WIB
⏱️ Menghitung durasi rilis...
Serangan Houthi ke Arab Saudi Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia, Pasar Global Mulai Waspada
RIYADH — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi. Serangan tersebut menyasar sejumlah infrastruktur dan fasilitas energi, memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia serta jalur perdagangan internasional.

Perkembangan terbaru pada Senin (14/9/2026) turut mengguncang pasar keuangan global. Harga minyak mentah Brent dilaporkan melonjak sekitar 3% hingga berada di kisaran US$108 per barel, sementara harga minyak mentah Amerika Serikat juga ikut menguat.

Infrastruktur Energi Arab Saudi Jadi Sasaran

Serangan terbaru meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas energi Arab Saudi. Salah satu perhatian utama adalah dampaknya terhadap jalur distribusi minyak apabila serangan terus berlanjut.

Arab Saudi merupakan salah satu produsen minyak terbesar dunia. Gangguan terhadap fasilitas produksi maupun jalur pengiriman dapat memberikan tekanan terhadap pasokan global dan meningkatkan harga energi.

Situasi tersebut menjadi semakin serius karena kelompok Houthi juga meningkatkan aktivitasnya di sekitar Laut Merah dan kawasan strategis Bab el-Mandeb, salah satu jalur penting bagi perdagangan dan pengiriman energi dunia.

Saudi Arabia Bahas Situasi dengan Amerika Serikat

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bertemu dengan Kepala Komando Pusat AS atau CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, di Jeddah pada Senin.

Pertemuan tersebut membahas perkembangan keamanan terbaru setelah meningkatnya serangan Houthi terhadap wilayah dan infrastruktur energi Arab Saudi. Washington dilaporkan memberikan dukungan melalui berbagi informasi intelijen dan bantuan penargetan, sementara Presiden AS Donald Trump belum memberikan persetujuan untuk serangan langsung Amerika terhadap Houthi.

Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan konflik di Yaman kini memiliki dampak yang semakin luas terhadap keamanan kawasan Teluk dan kepentingan ekonomi global.

Jalur Perdagangan Dunia Ikut Terancam

Selain harga minyak, meningkatnya ketegangan juga menimbulkan kekhawatiran terhadap lalu lintas kapal di kawasan Laut Merah dan Bab el-Mandeb.

Jalur tersebut merupakan salah satu rute penting yang menghubungkan perdagangan antara Asia, Timur Tengah dan Eropa. Jika perusahaan pelayaran mengurangi aktivitas atau memilih rute alternatif yang lebih panjang, biaya pengiriman dapat meningkat.

Reuters melaporkan ancaman terhadap jalur pengiriman minyak telah mendorong kenaikan biaya tanker dan membuat pasokan bahan bakar menjadi lebih ketat.

Pasar Keuangan Mulai Tertekan

Lonjakan harga minyak juga memberikan tekanan terhadap pasar keuangan global. Investor mulai memperhitungkan kemungkinan inflasi yang lebih tinggi akibat kenaikan biaya energi.

Pada perdagangan Senin, dolar AS menguat karena investor mencari aset yang dianggap lebih aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Kenaikan harga minyak juga meningkatkan kekhawatiran mengenai prospek inflasi dan kebijakan bank sentral.

Situasi ini menjadi perhatian karena sejumlah bank sentral besar dunia dijadwalkan mengambil keputusan kebijakan moneter dalam pekan yang sama.

Konflik Berpotensi Berdampak Lebih Luas

Eskalasi terbaru menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah tidak hanya menjadi persoalan keamanan regional. Gangguan terhadap infrastruktur energi dan jalur pelayaran berpotensi memengaruhi harga minyak, biaya transportasi, inflasi, serta pasar keuangan di berbagai negara.

Hingga kini, situasi masih berkembang dan perhatian internasional tertuju pada langkah berikutnya yang akan diambil Arab Saudi, Amerika Serikat, Iran, dan kelompok Houthi.

Jika serangan terhadap fasilitas energi serta jalur perdagangan terus berlanjut, pasar global berpotensi menghadapi tekanan lebih besar dalam beberapa hari mendatang.
← Kembali ke Beranda