Nasional

Trump Kaji Pembukaan Dokumen 9/11, Keluarga Korban Soroti Dugaan Keterlibatan Arab Saudi

👁️ Dilihat: 91 kali • 📅 Dipublikasikan: 30-11--0001 00:00 WIB
⏱️ Menghitung durasi rilis...
Trump Kaji Pembukaan Dokumen 9/11, Keluarga Korban Soroti Dugaan Keterlibatan Arab Saudi
Washington, D.C. — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mempertimbangkan permintaan keluarga korban serangan 11 September 2001 untuk membuka lebih banyak dokumen terkait tragedi 9/11. Permintaan tersebut secara khusus menyoroti informasi yang selama ini dianggap dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai dugaan hubungan sejumlah pihak di Arab Saudi dengan para pelaku serangan.

Pernyataan Trump disampaikan saat dirinya berada di Irlandia pada Minggu, 13 September 2026. Ia mengatakan akan melihat permintaan tersebut setelah kembali ke Washington. Langkah ini kembali menarik perhatian terhadap dokumen-dokumen yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari perdebatan mengenai kemungkinan adanya dukungan atau hubungan antara individu tertentu yang memiliki kaitan dengan Arab Saudi dan para pembajak pesawat.

Keluarga Korban Minta Transparansi

Dorongan untuk membuka dokumen tersebut kembali menguat bertepatan dengan peringatan 25 tahun serangan 11 September. Sejumlah keluarga korban secara terbuka meminta pemerintahan Trump mengungkap catatan yang masih belum tersedia untuk publik.

Terry Strada, salah satu tokoh dari kelompok keluarga korban 9/11, termasuk pihak yang mendesak pemerintah Amerika Serikat memberikan akses lebih luas terhadap dokumen tersebut. Para keluarga korban menilai informasi yang belum sepenuhnya dibuka dapat membantu menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan dukungan terhadap dua pelaku pembajak yang diketahui pernah berada di Amerika Serikat.

Sebanyak 15 dari 19 pembajak pesawat dalam serangan 9/11 diketahui merupakan warga negara Arab Saudi. Namun, fakta tersebut sendiri tidak membuktikan bahwa pemerintah Arab Saudi terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan serangan. Pemerintah Arab Saudi selama bertahun-tahun telah membantah tuduhan keterlibatan dalam serangan tersebut.

Dugaan Hubungan dengan Pejabat dan Warga Saudi

Perdebatan mengenai dugaan keterkaitan Arab Saudi dengan 9/11 bukanlah isu baru. Sejumlah dokumen investigasi Amerika Serikat sebelumnya telah mengungkap hubungan antara beberapa warga Saudi yang berada di AS dengan dua pembajak, Nawaf al-Hazmi dan Khalid al-Mihdhar.

Salah satu nama yang sering muncul dalam penyelidikan adalah Omar al-Bayoumi. Berbagai dokumen FBI sebelumnya menyoroti interaksinya dengan kedua pembajak tersebut ketika mereka berada di San Diego. Namun, temuan tersebut belum menjadi bukti bahwa pemerintah Arab Saudi secara langsung memerintahkan atau mendanai serangan 9/11.

Laporan Komisi 9/11 juga sebelumnya menyatakan tidak menemukan bukti bahwa pemerintah Arab Saudi atau pejabat senior Saudi secara langsung mendanai organisasi Al-Qaeda. Meski demikian, sejumlah pertanyaan mengenai individu tertentu dan kemungkinan dukungan logistik maupun finansial masih menjadi bagian dari proses hukum dan penyelidikan yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Sejumlah Dokumen 9/11 Sudah Dibuka

Dorongan terbaru Trump muncul setelah pemerintah Amerika Serikat juga melakukan sejumlah pembukaan dokumen terkait serangan 9/11.

CIA pada September 2026 telah mendeklasifikasi puluhan dokumen intelijen yang sebelumnya bersifat rahasia. Dokumen tersebut memperlihatkan bahwa badan intelijen Amerika telah menerima berbagai peringatan mengenai ancaman Osama bin Laden dan Al-Qaeda jauh sebelum serangan 11 September 2001.

Namun, pembukaan dokumen tersebut belum menjawab seluruh pertanyaan keluarga korban mengenai dugaan hubungan dengan Arab Saudi. Karena itu, kelompok keluarga korban masih mendorong pemerintah untuk membuka catatan tambahan yang mereka yakini dapat memberikan informasi lebih lengkap.

Trump Belum Memastikan Dokumen Akan Dibuka

Meski pernyataan Trump memberikan harapan baru bagi keluarga korban, belum ada kepastian bahwa seluruh dokumen yang diminta akan segera dideklasifikasi.

Trump sejauh ini baru menyatakan akan mempertimbangkan permintaan tersebut. Keputusan akhir mengenai dokumen apa saja yang dapat dibuka kemungkinan akan mempertimbangkan kepentingan keamanan nasional, sumber intelijen, serta informasi yang masih dilindungi oleh pemerintah Amerika Serikat.

Bagi keluarga korban 9/11, pembukaan dokumen tersebut bukan hanya persoalan politik, tetapi juga bagian dari upaya mencari kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum dan setelah serangan terbesar di Amerika Serikat tersebut.

Hingga kini, belum terdapat bukti baru yang secara resmi menetapkan pemerintah Arab Saudi sebagai pihak yang terlibat langsung dalam perencanaan serangan 11 September. Karena itu, setiap dokumen baru yang nantinya dibuka akan menjadi perhatian besar untuk melihat apakah terdapat informasi tambahan yang dapat memperjelas hubungan antara sejumlah warga atau pejabat Saudi dengan jaringan Al-Qaeda.
← Kembali ke Beranda